Senin, 16 Mei 2011

Peranan Humas dalam Meningkatkan Pelayanan Rumah Sakit



Salah satu masalah yang sering timbul di rumah sakit adalah akibat komunikasi yang kurang baik antara dokter dan pasien. Dalam hal ini peran humas rumah sakit sangat strategis dalam upaya mensosialisasikan hak dan kewajiban pasien serta hak dan kewajiban dokter/dokter gigi dalam penyelenggaraan praktik kedokteran yang baik sesuai amanah pasal 3 Undang-Undang nomor 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran.
Pada tanggal 21 Desember 2009, Konsil KedokteranIndonesia mengadakan seminar kehumasan yang bertema "MemberdayakanHumas Rumah Sakit dalam Membangun Hubungan Baik Antara Dokter/DokterGigi - Pasien". Seminar yang diadakan di Hotel Gran Mahakam Jakarta ini diikuti oleh peserta yang berasal dari beberapa rumah sakit di wilayah Jakarta, Organisasi Profesi Kedokteran/Kedokteran Gigi, FakultasKedokteran/Kedokteran Gigi di wilayah Jakarta, Konsil KedokteranIndonesia, dan Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia.Seminar bertujuan agar humas rumah sakit dapat mengetahui hak dan kewajiban pasien serta hak dan kewajibandokter/dokter gigi.
Humas rumah sakit diharapkan ikut mensosialisasikanhal itu agar dokter/dokter gigi dapat mengaplikasikan kewajibannya danmemperhatikan hak pasien dalam pelaksanaan praktik kedokteran. Dengan demikian tidak terjadi masalah yang bisa menurunkan citra rumah sakit.Seminar dibuka dengan sambutan dari Prof. MenaldiRasmin, dr, Sp.P(K) selaku Ketua Konsil Kedokteran Indonesia danAdriyati Rafly selaku Ketua Panitia Seminar Kehumasan Konsil  KedokteranIndonesia.
Kemudian dilanjutkan dengan presentasi dari para nara sumberyang dipandu moderator Azrial Azwar, drg,
Sp.BM.Pembicara pertama, Dra. Miranty Abidin (praktisi humas), memaparkan hasil deep stick researchlembaganya, Fortune PR, mengenai citra rumah sakit di mata masyarakat.Riset dengan 78 responden itu menunjukkan, secara umum rumah sakitIndonesia dirasakan bersifat komersial. Di sisi lain, suasana, kebersihan dan kenyamanan kurang diperhatikan, dokter tidak memberipenjelasan yang cukup, dokter terlalu banyak pasien, perawat tidakmemberikan layanan yang baik (judes, acuh, tidak sopan), dokter dinilai saling melindungi teman sejawat pada kasus yang dinilai merugikanpasien. Sebaliknya, citra rumah sakit di luar negeri lebih baik. Yaitu,diagnosa dokter lebih akurat, suasana rumah sakit nyaman, modern,bersih, dan tidak berkesan rumah sakit. Dokter dinilai lebihkomunikatif, sedangkan perawat ramah dan sopan. Untuk memperbaiki danmeningkatkan citra rumah sakit, humas disarankan melakukan fungsi strategik, yaitu menilai sikap dan persepsi dari setiap kelompokmasyarakat terhadap rumah sakit untuk memahami aspirasi dan
harapanmereka. Selanjutnya humas merencanakan dan melaksanakan suatu programaksi komunikasi untuk
mendapatkan pengertian, penerimaan, minat dan dukungan dari seluruh kelompok masyarakat.
Pembicara kedua adalah Dr. Cornelia Jaqualina(Kepala Humas RS. MMC Jakarta). Ia membahas tentang tantangan dan tugas humas rumah sakit dalam menjalankan perannya serta harapannya kepada dokter dan pasien. Tugas humas antara lain melakukan komunikasi internal dengan dokter/dokter gigi serta staf rumah sakit. Juga melakukan komunikasi eksternal dengan pasien/keluarga pasien, penjamin biaya, serta media massa. Dalam situasi normal, humas bertugas mengawal opini publik mengenai jati diri dan citra rumah sakit agar bersifatpositif. Dalam situasi krisis, humas bertugas menghadapi, mengatasi, membendung, memulihkan, dan mengembalikan kepercayaan masyarakat kepadarumah sakit terkait. Adapun di situasi luar biasa, humas harus mampu menghadapi tekanan para pencari berita, dan menjaga agar citra rumahsakit tetap baik.
Pembicara lain, Dr. Eddi Junaidi, Sp.OG, M.Kes (PBIDI) yang membahas tentang harapan dokter/dokter gigi kepada humasrumah sakit. Menurut beliau, humas rumah sakit harus mampu membuat hubungan harmonis antara rumah sakit dengan pasien serta mencegah timbulnya rintangan psikologis yang mungkin terjadi di
antara keduanya.Petugas humas harus mampu mengubah hal-hal yang berpotensi menjadirintangan psikologis menjadi pengetahuan dan pengertian, penerimaan danketertarikan. Ia juga harus mampun menjalin komunikasi kepada semua pegawai di instansinya agar tercapai iklim organisasi yang mendukung peningkatan kompetensi
organisasi.
Pembicara terakhir, Husna Zahir (Ketua YayasanLembaga Konsumen Indonesia) membahas harapan pasien
terhadap humas rumah sakit. Husna menyatakan, memperoleh pelayanan kesehatan yangberkualitas dan terjangkau merupakan hak dasar warganegara. Dalam kenyataan, pasien cenderung pasrah dan mempercayakan diri dan kesembuhannya pada dokter. Saat ini kesenjangan pengetahuan antara dokter dan pasien masih sangat lebar. Ketidaktahuan pasien akan standarpelayanan, standar prosedur operasional, standar profesi, etika profesi membuat posisi pasien menjadi lemah. Dalam hal ini humas berperan mengkomunikasikan kebijakan manajemen rumah sakit pada pasien,sebaliknya juga keinginan atau pendapat pasien pada manajemen rumahsakit. Salah satu peran humas rumah sakit yang terpenting di mata pasien adalah dalam upaya menyelesaikan keluhan pasien. Dalam menindaklanjuti ketidakpuasan dan keluhan pasien, sebaiknya tida kdengan cara defensif, melainkan menunjukkan upaya memperbaiki pelayanan. Kepuasan pasien terhadap respons yang diberikan rumah sakitakan sangat menentukan persepsi pasien terhadap rumah sakit serta citrarumah sakit di mata masyarakat.
Di akhir acara tersusun draft rekomendasi kehumasan rumah sakit yang dipandu oleh Ir. Atika Walujani Moedjiono, MPH dan SriAngky Soekanto, drg, Ph.D dengan hasil rekomendasi adalah :"Untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dan hubungan baik dokter/dokter gigi dengan pasien perlu diberdayakan perandan fungsi humas rumah sakit".
 


Sumber  artikel: http://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&cd=5&ved=0CDQQFjAE&url=http%3A%2F%2Fcpddokter.com%2Fhome%2Findex2.php%3Foption%3Dcom_content%26do_pdf%3D1%26id%3D1560&rct=j&q=peran%20public%20relation%20rumah%20sakit&ei=1pPQTY_bCofirAfg_4HDCg&usg=AFQjCNFCzMV77MudULf4xMELxCOMrYZwQA&sig2=6AjXimoVaYEKtatWW07Z3g&cad=rja
Sumber gambar : http://prtz.files.wordpress.com/2008/10/pr_logo1.jpg

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...