Sabtu, 23 April 2011

BAURAN PEMASARAN




Marketing Mix
Konsep marketing mix yang pertama kali dikenalkan oleh Jerome McCarthy mempunyai empat variabel yang biasa dikenal dengan 4P yaitu product, price, promotion, dan place.

  1. Produk
            Sesuatu yang ditawarkan ke pasar untuk diperhatikan, diperoleh, dipergunakan atau dikonsumsi yang dapat memenuhi kebutuhan atau keinginan.
a)    Produk berdasarkan wujud
Ø Produk berwujud ( tangible )
     Produk yang berwujud secara fisik dapat dilihat dengan mata atau dapat di raba wujudnya secara konkret.
     Contoh: makanan, pakaian, mobil dll.
Ø Produk tidak berwujud ( intangible )
     Produk yang wujudnya secara fisik tidak dapat diraba, namun manfaatnya dapat dinikmati.
     Contoh: jasa
           b)   Tingkatan produk
Ø Core Benefit
     Produk yang memberikan keuntungan utama
     Contoh :
     Rawat inap
     Rawat Jalan
Ø Basic Product
Produk dasar yang sudah diketahui tanpa perlu pemasaran
Contoh:
-Tempat tidur
Perawatan
Makan
Ø Expected Product
Produk tambahan yang dapat digunakan oleh pengguna
Contoh:
Ruangan bersih
Perawat ramah
Ketenangan
Ø Augmented Product
Produk yang diperluas dengan jasa dan manfaat tambahan sehingga membedakannya dengan penawaran pesaing
Contoh :
Pesan tempat mudah
Billing cepat
Makanan hangat
Ø Potential Product
Produk unggulan yang ditawarkan berbeda dengan pesaing
Contoh :
Kunjungan tambahan dokter di luar waktu kunjung
c)    Siklus Hidup Produk
Ø Tahap Perkenalan ( Introduction)
Tahap perkenalan produk di pasaran. Pada tahap ini dibutuhkan dana yang besar terutama untuk kegiatan promosi dalam rangka memperkenalkan produk dipasaran.
·      Revenue     : masih lambat
·      Profit          : negatif
·      Cash flow   : negatif
Ø Tahap Pertumbuhan ( Growth )
Tahap ini produk relatif sudah dikenal dan akrab dengan konsumen, beban promosi berkurang, strategi berkompetisi dapat dilakukan dengan sedikit menurunkan harga.
·      Revenue     : tumbuh cepat
·      Profit          : dalam level puncak
·      Cash flow   : moderat
Ø Tahap Kedewasaan dan Kejenuhan ( Maturity )
Tahap ini produk mencapai penjualan tertinggi dengan keuntungan yang tinggi pula, namun pada tahap ini lama-kelamaan pasar menjadi jenuh dan terjadi penurunan permintaan. Promosi perlu di tingkatkan kembali.
·      Revenue     : perlahan-lahan lambat
·      Profit          : menurun
·      Cash flow   : tinggi    
Ø  Tahap Kemunduran ( Decline )
Tahap ini penjualan produk sudah sangat menurun, strategi adalah dengan mengkreasi produk dan memproduksi produk baru sebagai pengganti produk yang sudah jenuh.
·      Revenue     : menurun
·      Profit          : lambat
·      Cash flow   : lambat
  1. Price = Harga
            Merupakan  jumlah uang yang harus dibayarkan pelanggan untuk mendapatkan/menikmati suatu produk, baik produk barang maupun produk jasa
            Penentuan harga suatu produk harus memperhatikan siklus hidup produk serta apakah produk tersebut merupakan product leader atau tidak, bila bukan merupakan product leader maka harga produk tersebut sebaiknya dibawah product leader.
            Produk leader  adalah merupakan produk yang banyak digunakan untuk jenis       yang sama.
a)         Orientasi Penetapan Tarif
Ø  Penetapan tarif berorientasi biaya
      Bentuk populer penetapan harga dengan metode ini berdasarkan analisa titik impas  ( Break Even Point = BEP ).          
Ø  Penetapan tarif berorientasi permintaan
      Pendekatan yang digunakan adalah diskriminasi harga, misalnya satu produk dijual dengan dua harga atau lebih.
      Contoh: tarif operasi, rawat inap, dll untuk kls, III, II, I, VIP  
Ø  Penetapan tarif berorientasi kompetisi
      Pendekatan adalah mempertahankan harga pada tingkat rata-rata pesaing. Bahkan beberapa menawarkan harga lebih murah dari pesaing.  
Ø  Penetapan tarif berorientasi pengembalian uang maksimum
      Pendekatan yang digunakan menetapkan harga maksimum yang diijinkan agen-agen yang mengembalikan uang (reimbursment )
      Contoh: IKS Askes, Gakin, Jamsostek
b)        Metode Penetapan Harga
Ø Metode Cost Plus Pricing
     Metode ini biasanya digunakan oleh produsen, dimana penetapan harga jual suatu produk didasarkan biaya produksi dari satu unit produk ditambah dengan laba (margin) yang ditetapkan.
     HARGA JUAL = BIAYA PRODUKSI + MARGIN
Ø Metode harga Mark Up
     Metode ini digunakan oleh pedagang atau penjual, dimana penetapan harga berdasarkan harga beli ditambah dengan sejumlah Mark Up.
     HARGA JUAL = HARGA BELI + MARK UP
  1. PLACE (TEMPAT)/Aspek Distribusi
a)      DISTRIBUSI:
Aktifitas untuk memindahkan produk/jasa dari produsen ke suatu tempat yang diinginkan pelanggan atau tempat dimana terdapat pelanggan potensial.
b)      KEBIJAKAN DISTRIBUSI
                                       i.     AKSES FISIK
§  Saluran (Chanels ):
Jaringan organisasi distribusi dimana barang/jasa dapat dijangkau oleh pelanggan, misalnya: dokter praktek pribadi
§  Lokasi ( Locations ):
Merupakan yang sulit dipindahkan, ditentukan oleh faktor demografi, persaingan, tranportasi
§  Fasilitas
Ø Eksternal: misalnya bentuk gedung, pintu masuk
Ø Internal: misalnya tata letak ruang, penerangan
Ø Tampilan suasana: misalnya pemandangan, aroma, suara, sentuhan lainnya.
                                     ii.     AKSES WAKTU
§  Waktu yang digunakan dalam memberikan pelayanan
§  Lama waktu menunggu dalam ruang tunggu
§  Lama waktu antara menelpon dan memperoleh perjanjian
                                   iii.     AKSES INFORMASI & PROMOSI
§  Staf medis rumah sakit merupakan saluran informasi dan sekaligus promosi kepada pasien
§  Pasien yang keluar RS merupakan perantara yang akan mengkomunikasikan RS dan bahkan mempromosikan kepada lingkungannya
  1. PROMOSI
a)    Definisi:
Komunikasi yang bersifat persuasif tentang struktur organisasi /perusahaan dan produknya
Aktivitas-aktivitas yang memberitahu kebaikan produk dan membujuk pelanggan/ sasaran untuk membelinya.
b)   Tujuan:
Menginformasikan, membujuk, mengingatkan pelanggan
c)    ELEMEN (BAURAN) PROMOSI
                             i.     Periklanan ( Advertising )
Merupakan bentuk presentasi dan promosi non pribadi tentang ide, barang dan jasa yang dibayar oleh sponsor tertentu.
                           ii.     Promosi penjualan ( Sales Promotion ) 
Meningkatkan penjualan barang/jasa jangka pendek seperti pameran, peragaan, demonstrasi dsb.
                         iii.     Penjualan perorangan (Personal Selling )
Presentasi lisan dalam suatu percakapan dengan satu atau lebih pembeli tentang prespektif dengan tujuan penjualan/hubungan baik.
                         iv.     Publisitas ( Public Relations )
Pemberitaan secara komersial di media massa atau sponsor non pribadi yang bertujuan memperkenalkan dan/atau melindungi citra organisasi dan produk.

Ø  Langkah-langkah komunikasi pemasaran efektif
            Mengidentifikasikan target/pasar sasaran yang jelas. Termasuk pembeli potensial, konsumen akhir, pengambil keputusan ataupun orang-orang yang berpengaruh.
            Menentukan tujuan komunikasi. Harus diketahui dengan jelas tanggapan/respon yang diharapkan dari target pasar.
            Merancang pesan. Isi pesan harus komunikatif dan efisien, menarik perhatian, membangkitkan keinginan.
            Menyeleksi saluran komunikasi.
        Saluran komunikasi personal misalnya tatap muka, lewat telpon
        Saluran komunikasi non personal misalnya media cetak, media penyiaran, media pameran.
            Menetapkan jumlah anggaran.
        Metode semampunya
        Metode prosentase penjualan
        Metode dibanding pesaing
        Metode sasaran dan tugas
            Memilih bauran promosi. Anggaran promosi harus didistribusikan ke dalam 4 sasaran promosi
            Mengukur hasil  promosi
            Mengelola dan mengkoordinasikan semua komunikasi pemasaran

Sumber : bahan kuliah dari Bapak Supriadi SKM.MARS dan Ibu Elsa Roselina 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...